Belajar & Berbagi

KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT

Posting by Adya's 3.11.2012


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirohman-nirohim

Rasulullah shalallahu ''alaihi wa salam bersabda
'' Maukahkamu KU kabari tentang orang yang bakhil ?
Para Sahabat menjawab '' Baiklah ya Rasulullah .
Beliau bersabda '' Orang yang di sebut nama-KU di
sisinya maka ia tidak bershalawat kepada-KU , itu
manusia yang paling bakhil ( HR Imam Tirmidzi )

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam
bersabda '' Perbanyaklah kamu bershalawat kepada-KU
pada malam jum'at dan siangnya .Karena sesungguhnya
shalawatmu itu akan di kembalikan kepada-KU
( HR Imam Thabrani )

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
'' Barangsiapa yang bershalawat kepada-KU waktu pagi
10 kali dan waktu petang 10kali , maka baginya akan
mendapatkan syafa'at-KU besok pada hari Kiamat ''

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata bahwa
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ..
'' Sesungguhnya orang yang dekat dengan-KU pada hari
kiamat ialah orang yang paling banyak membaca shalawat
kepada-KU ''

( HR Imam Tirmidzi .Hadist Hasan menurut Ibnu Hibban )

Bulughul Maram ___ Ibnu Hajar al-Ashqolani

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda
“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jum’at,
sesungguhnya tidak seorang pun yang membaca shalawat kepadaku
pada hari Jum’at kecuali diperlihatkan kepadaku shalawatnya itu.”
(HR. Al-Hakim dan Al- Baihaqi).

-----------------------------------------------------------------

MENURUT SYAIKH ALWI bin AHMAD AS-SEGAF
SHOLAWAT IBROOHIMIYAH YANG PALING UTAMA
( Sholawat yang biasa dibaca waktu Tasyahud )


sholawat Ibrohimiyah adalah sholawat yang paling
utama dan tidak ada satu sholawatpun yang mengunggulinya, bahkan tidak diperbolehkan mempercayai
keterangan-keterangan lain tentang berbagai macam sholawat yang menurut
siempunya lebih utama.
Fatwa : Sayyid Alwi bin Ahmad As-Segaf. (dalam kitab
Al-baaqiyaat Ash-Sholihat hal. 435 dan 444 - 445).

(Peringatan)

“ketahuilah bahwa sesungguhnya diantara kaifiyah-kaifiyah
"shighot sholawat itu yang paling utama adalah shighot
Ibrohimiyah,“ yang aku sebutkan dalam pembicaraan kita
kali ini, yaitu sholawat yang biasa kita baca pada waktu
tasyahud dan sekiranya ada orang yang bersumpah akan membaca
sholawat yang paling utama maka ia tidak akan terbebas dari
sumpahnya kecuali dengan membaca Sholawat Ibrohimiyah ini,
karena dipilih sendiri oleh Rasulallah shalallahu 'alaihi
wasalam .

Dan sudah barang tentu Nabi tidak akan memilih untuk dirinya
kecuali sesuatu yang paling mulia dan utama. Dengan demikian
apabila ada keterangan dari seorang ulama’ yang bisa dibuat
pegangan berupa keterangan-keterangan yang menafikan pada
keterangan yang aku sebutkan di atas, seperti ada sebagian
ulama’ mengatakan bahwa kaifiyah-kaifiyah sholawat yang mereka
ciptakan adalah sholawat yang paling utama atau bahkan menyamai
bacaan Dalailul khoirot satu kali khataman atau dua kali khataman
dan seterusnya. Padahal sholawat-sholawat yang ditulis dalam kitab
Ad-Dalail selalu disertai dalil-dalil yang dikutp dari Nabi saw ,
maka sebaiknya keterangan tersebut dikondisikan sebagai wangsit
yang diterima lewat mimpi atau diasumsikan sebagai qoul yang lemah.

Pengamal Sholawat tidak membutuhkan Guru Spiritual (Mursyid)
untuk mewushulkan diri kepada Allah, karena sanadnya langsung
melalui Rosulullah shalallahu 'alaihi wasalam,Keterangan diambil
dari Kitab Hasyiyah Ash-Showi’la Al-Jalalaini, hal. 287, juz III,
thoha putra

Ketahiulah sesungguhnya para ulama’ telah sepakat atas
diwajibkannya membaca sholawat dan salam untuk baginda Nabi SAW.
Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai kapan kewajiban ini
harus dilakukan? Menurut imam Malik cukup sekali dalam seumur,
menurut Asy-Syafi’iy wajib dibaca pada tasyahud akhir dalam setiap
sholat fardhu, ada juga ulama’ yang berpendapat wajib dibaca setiap
kali mendengar nama Nabi disebut, dan ada juga yang mengatakan wajib
untuk memperbanyak sholawat tanpa dibatasi bilangan tertentu, secara
umum membaca sholawat pada Nabi merupakan hal yang agung dan keutamaan
nyapun sangat banyak, membaca sholawat merupakan bentuk ibadah yang
paling utama dan paling besar pahalanya, sampai-sampai sebagian besar
kaum ‘Arifin mengatakan : Sesungguhnya Sholawat itu bisa mengantarkan
pengamalnya untuk ma’rifat kepada Allah meskipun tanpa guru spiritual
(Mursyid), karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi.

Ingat!! Setiap sholawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan
kepada beliau dan beliau membalasnya dengan do’a serupa, hal ini berbeda
dengan dzikir-dzikir (selain sholawat) yang harus melalui bimbingan guru
spiritual (Mursyid) yang sudah mencapai maqom ma’rifat, jika tidak demikian,
maka akan dimasuki syaithan dan pengamalnya tidak mendapat manfaat apapun.”
Amalan yang bisa menyebabkan wushul kepada Allah di akhir zaman, ketika
tidak ditemukan lagi seorang Mursyid yang memenuhi kriteria.

“ Al-‘Alamah sayyid Abdur-Rahman bin Mushthofa Al-idrus (tinggal di mesir)
menyatakan (dalam penjelasan beliau tentang sholawatnya Sayyid Ahmad Al-Badawi
komentar ini ditulis dalam kitab yang berjudul “Miraatu Al Syumus fimanaqibi
ali al idrus”) bahwa, di akhir zaman nanti ketika sudah tidak ditemukan seorang
Murobbi (Mursyid) yang memenuhi syarat, tidak ada satupun amalan yang bisa
mengantarkan seorang wushul (ma’rifat) kepada Allah kecuali bacaan sholawat
kepada Nabi SAW. Yang pasti diterima, karena memulyakan pada Nabi shalallahu
'alaihi wasalam
Sayyid Abdurrahman meriwayatkan keterangan tersebut berdasarkan kesepakatan
para ulama’. ”




Poskan Komentar